Home / Kesehatan / Gejala, Penyebab Penyakit Hipertensi dan Pengobatannya

Gejala, Penyebab Penyakit Hipertensi dan Pengobatannya

Hipertensi  ialah  tekanan darah yang berlebihan dan hampir konstan pada arteri. Sedangkan tekanan darah ialah  desakan darah terhadap dinding-dinding arteri ketika darah tersebut dipompa dari jantug ke jaringan. (Prayogo Utomo 2005). Yuk simak apa saja Penyebab Penyakit Hipertensi dan cara mengatasi hipertensi .

Gejala, Penyebab Penyakit Hipertensi dan Pengobatannya

Kita ketahui bahwa hipertensi merupakan masalah kesehatan yang cukup penting mendapat perhatian, namun pengertian hipertensi menurut para ahli belum ada kesepakatan yang jelas. Beberapa defenisi hipertensi telah dikemukakan para ahli diantaranya :

    null
  • Hipertensi ialah  suatu peningkatan tekanan darah didalam arteri (Faqih Rukyanuddin, 2006)
  • Hipertensi ialah  suatu tingkat tekanan darah dimana komplikasi yang mungkin timbul menjadi nyata (Ani Kurniawan 2002).
  • Hipertensi ialah  suatu keadaan tekanan darah sistolik atau dilastolik melebihi batas normal dari seseorang individu (Made Astawan 2002).

Menurut anjuran WHO, bahwa bila seseorang dianggap menderita hiper-tensi apabila tekanan darah kasual kurang lebih sama dengan 160 Hg (sistolik) dan 90 mm Hg (diastolik), sedangkan tekanan darah sistolik kurang dari 140 mm Hg ialah  normentasi dan disebut borderline bila terdapat diantaranya.

Penyebab dan Akibat yang Ditimbulkan pada Hipertensi

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat ditimbulkan oleh penyakit hipertensi, diantara lain:

Etiologi

Penyakit hipertensi ini sering disebut the silent disease. Umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum pemeriksaan tekanan darahnya. Penyakit hipertensi dapat dikelompokkan dalam 2 kategori besar, yaitu primer dan sekunder. Penyakit hipertensi primer artinya hipertensi yang belum diketahui penyebabnya dengan jelas. (Junaidi Purnawan 1999). Berbagai factor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer, seperti bertambahnya umur stress psikologi, dan gereditas (keturunan). Umumnya sekitar 90% pasien penderita hipertensi diperkirakan termasuk dalam kategori ini.

Untuk golongan kedua ialah  hipertensi sekunder yang penyebabnya bolero dikatakan telah pasti, misalnya ginjal yang tidak berfungsi dan terganggunya keseimbangan hormone yang merupakan factor pengatur tekanan darah. (Moore Courtnem 1997). Namun daripada itu kita juga dapat mengetahui terjadi hipertensi data disebabkan oleh factor kebiasaan hidup seseorang seperti mengkonsumsi garam yang tinggi.

Kita tahu bahwa ada berhubungan antara konsumsi garam dan tekanan darah tinggi. Penderita tekanan darah tinggi saling diwajibkan untuk mengurangi garam. Pada beberapa suku bangsa yang miskin akan penyakit darah tinggi dan untuk pengobatannya.

Akibat Hipertensi

Sebagaimana kita ketahui, tekanan darah tinggi seringkali tidak menimbulkan keluhan-keluhan langsung, tetapi lama kelamaan dapat mengakibatkan berbagai penyakit. Tidak ada tanda-tanda memperingatkan namun lambat laun urat-urat nadi baik besar maupun kecil dalam tubuh kita menjadi rusak. Karena pengaruh tekanan darah tinggi, proses penumpukan zat-zat lemak di dalam urat nadi besar semakin cepat, sehingga mengakibatkan pengapuran pembuluh darah (arteriosclerosis). (Huli, A 1999)

Jantung kita terutama, menghadapi banyak resiko karena tekanan darah tinggi. Mengapurnya rangkaian urat nadi di sekitar jantung menambah besar resiko timbulnya infark jantung. Penderita hipertensi 2 sampai 4 kali lebih besar resikonya untuk mendapat infark jantung dari pada orang lain. Begitu pula sebab lain jantung yang selalu harus bekerja terlalu keras (memompa), lebih cepat rusak dari pada jaringan pembuluh nadi yang ada pada otak sehingga mengakibatkan serangan pada otak (attack) dan mengakibatkan kelumpuhan atau gangguan-gangguan organ tubuh. Mata pun akan lebih banyak terkena resiko daya penglihatan terganggu karena kerusakan pada pembuluh selaput mata (Halim Mubin 2001).

Gejala Hipertensi

Adapun penyebab gejala yang ditimbulkan pada penderita Penyakit Hipertensi itu secara umum, tekanan darah tinggi tidak terasa dan tidak mempunyai tanda dan berlangsung beberapa tahun tanpa disadari. Sering hal itu ketahuan dengan tiba-tiba, misalnya pada waktu mengadakan kesehatan. Tanda-tanda tekanan darah tinggi yang digambarkan itu ialah kepala pusing, gugup, tengkup terasa pegal, dan lain-lain. Pada kebanyakan orang, tanda pertama naiknya tekanan darah ialah apabila terjadi komplikasi tanda yang umum ialah sesak napas pada waktu kerja. Ini menunjukkan bahwa otot jantung itu sudah turut terpengaruh sebingga tenaganya sudah berkurang dan ditandai dengan sesak napas. Penglihatan yang kabur menunjukkan kerusakan pada pembuluh mata. Gejala lainnya itu terjadi pada otak bagian depan. Kematian secara mendadak karena pendarahan atau penyempitan pembuluh darah, tidak berbicara serta kelumpuhan pada ujung anggota tubuh. (Made Astawan, 2001). 

Patogenesis

Terjadinya hipertensi ialah  melalui terbentuknya angioitensin II oleh angiotensin I converting enzyme (ACE). ACE pegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan mengandung angiotensinogen yang diproduksi di hati. (Soeparman, dkk. 1990). Selanjutnya oleh hormone, rennin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah jadi angiotensin I oleh ace pada paru paru. angiotensin I diubah menjadi angiotensin II. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan dalam menaikkan tekanan darah melalui dua cara yaitu :

Cara pertama ialah  meningkatkan sekresi hormone antidiuretik (ADM) dan rasa haus. ADH diproduksi di hipotelamus (kelenjar pituitari) bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolatitas dan volume urine. Dengan meningkatnya ADH, sangat sedikit urine yang sekresikan ke tubuh (antidiuresis), sehingga menjadi pekat dan tinggi osmolatitasnya. (Slamet Suyono 2004).

Cara kedua ialah  menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. Aldosteron adalah hormone steroid yang mempunyai  peranan penting pada ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler. Tekanan darah, baik yang bekerja secara sistematik maupun perifer (Mariani Budisantoso, 1999). Upaya terapi khusus terutama ditunjukkan untuk penderita hipertensi sekunder yang jumlahnya lebih dari 10% dari seluruh penderita hipertensi. Pada penderita hipertensi sekunder kelainan primer harus dikoreksi sehingga hipertensi dapat disembuhkan.

Itu adalah beberapa Penyebab Penyakit Hipertensi, selalu perhatikan kesehatan anda, agar terhindar dari penyakit tersebut. Melakukan diet juga dapat menghindarkan anda dari penyakit hipertensi, simak artikel makanan diet kami.

Check Also

Berbagai Cara Mengobati Kram Kaki

Berbagai Cara Mengobati Kram Kaki – Kram kaki adalah kondisi umum dan biasanya tidak berbahaya …